Large Rainbow Pointer
Tampilkan postingan dengan label CeRpenD.... Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label CeRpenD.... Tampilkan semua postingan

Sabtu, 31 Maret 2012

:'(

Diposting oleh uLauLiuL di 22.08 0 komentar
Bila kau bukan lah cinta sejati ..
Mungkin aku takkan pernah mengerti ..
Hati yang tulus ..
Setia yang indah ..
Dan semua yang terjadi di antara kita ..


Maaf untuk semua cara yang salah ..
Itu hanya ingin ku membuktikan ..
Tiada yang lain ..
Dalam hidupku ..

Sungguh tak ada maksud tuk menyakitimu ..

Sebentuk hatiku .. buat kekasihku .. mengiring rinduku .. yang slalu untuknya ..
Memang tak selalu .. ada yang terbaik .. dari diri ini .. dan juga dirinya ..

Namun ku yakin .. cinta ini .. takkan pernah salah ..

Kuyakin dirimu hanya untukku .. selamanya ..

"...Menepati janjiku sama kamu, aku nggak akan ngomong dengan kata-kata kiasan. Kalau memang pada akhirnya kamu setuju, aku rasa lebih baik kita putus aja.." dia tertegun di hadapanku. "Kenapa harus gitu?"

"Sesedikit apapun itu, aku yakin bahwa pasti ada tatapan nggak enak yang ditujukan sama aku. Pasti ada pikiran bahwa aku yang bikin kamu jadi seperti itu. Maka sebelum semuanya terlambat, lebih baik aku terang-terangan menunjukkan bahwa aku lepas tangan. Untuk masalah keadaanku, aku yakin pasti ada orang yang mau menerima aku apa adanya. Kalau memang dia sayang aku, aku yakin dia bakal baik-baik aja," ucapku dengan suara bergetar. Kulihat selintas bayangan bening di matanya.

Dia menunduk. Ingin rasanya aku memeluknya kuat-kuat, meyakinkan dia dan diriku sendiri bahwa memang situasi yang meminta kami seperti ini. Aku berpikir panjang, mencari berbagai kemungkinan yang bisa saja terjadi. Aku takut, bahwa kelak aku akan dituding sebagai penyebab kegagalannya dalam studi. Jauh-jauh dia datang kemari, bertemu denganku, pasti semua akan berpikir ini salahku, tak bisa menjaga dia dengan baik.

"Yasudah. Aku pulang dulu," kubiarkan dia berpamitan pada ayahku. Sambil diam kuraih kunci pagar. "Kamu marah sama aku?" tanyanya saat berada di hadapanku. Aku mengangguk kecil sambil tersenyum. Aku tidak benar-benar marah padanya. Aku hanya.. kecewa? entahlah. Semuanya terasa aneh. Dia mengusap-usap pipiku. "Kamu benci aku?" tayanya lagi. "Nggak lah.. Ngapain aku benci kamu," jawabku. Dia tersenyum.

Dia menyodorkan tangannya padaku, mengajak bersalaman. Kusambar jemarinya, kukecup perlahan ujung tangannya, lalu kupeluk dia erat-erat. Dia hanya tertawa melihat tingkahku. Aku nyaris tak bisa menahan tangisku.

Satu lagi ujian terlewati. Dia sudah memilih, dan hasilnya bukanlah akhir bagi kami. Aku sayang padanya. mungkin alasanku terdengar egois, namun semuanya kulakukan atas dasar pemikiran murniku terhadap perkembangannya dua semester terakhir. Amanat orang tua yang diberikan padaku, membuatku makin berat memberikan persetujuan.. Namun apapun itu, kami berhasil.

Malang, 31 Maret 2012.

Senin, 19 Maret 2012

Love .. *Mendadak Kangen Bikin FF*

Diposting oleh uLauLiuL di 07.25 0 komentar
Itu.. Kamu?
Cangkir Mocha langsung kuletakkan di meja. Tanpa suara. Semoga kamu tak mengenali aku. Kutelan ludah, mengingat penampilanku yang kata Bunda berbeda hari ini. Melirik kaca sementara langkahmu menuju ke arahku. Gugup. Aku membenahi pakaianku, berharap tak ada kerut yang sudi muncul dengan usilnya.

Berbanjir kenangan kita, aku menunduk di mejaku. Kamu, yang dulu pernah mengajakku naik sepeda berkeliling kompleks. Mengajari aku menerbangkan layangan, membuatku dimarahi Bunda karena kulitku menghitam. Menungguku pulang sekolah setiap hari. Kamu, yang sering kutitipi Si Chippy, burung kakak tua-ku yang cerewet kala aku mudik ke rumah Nenek saat hari raya. Kamu, yang balas hanya mempercayakan Glaze, burung hantumu yang lucu tapi galak, saat kamu ganti mudik.

Keringat membasahi tengkukku, membuat dingin AC di belakangku makin terasa menusuk. Lama sekali aku tak melihatmu sejak senja sore itu, satu tahun setelah kamu menyatakan rasa.
"Kamu mau kuliah apa nanti?"
Aku diam, baru ingat tahun ini kamu akan kuliah dan aku menyusul setahun setelahnya.
"Bisnis kurasa. Aku mau membuka bakery sendiri."
Hening.
"Maaf.."
"Apa?"
"Aku nggak bisa lagi bertahan. Masalahnya bukan ada sama kamu, tapi sama aku. Aku takut nggak tahan godaan."
"Apa sih maksudnya? Aku nggak ngerti."
"Aku mau ke Perancis. Kuliah Seni disana.. Mungkin empat atau lima tahun."
"Tanpa pulang?"
"Ya. Orang tuaku juga ikut. Papa ada proyek disana."
Diam lagi."Nggak bisa dipertahankan?"
Kamu menggeleng tepat pada saat semburat sinar terakhir memudar di ufuk barat.

Dengan hati hancur kupandangi rumahmu yang perlahan kosong. Memang belakangan ini rumahmu tampak sibuk. Tapi tak pernah kuduga ini akhirnya. Hari demi hari aku menunggu kabarmu. Hanya sekali kamu menelepon ponselku malam itu, sebelum keberangkatanmu ke bandara. Dari seberang sana, kamu memintaku keluar pagar. Pukul delapan malam.

"Lin.."
Sebuah buket mawar putih berpindah tangan. Lenganmu yang panjang meraupku ke pelukan. Wangi parfummu yang melekat kuat di otakku, sekali itu terasa berbeda. Aroma perpisahan."Aku berangkat. Kalau kita jodoh, aku yakin kita bakal ketemu lagi," katamu lirih. Nanar. Sekali lagi kamu merengkuh tubuhku, mencetak memori yang lebih dalam dari apapun juga selama ini.

Malam itu, bantalku basah oleh air mata.

Sekali aku mendengar kabarmu. Seminggu lalu, dari Bunda. Beliau bilang kamu akan pulang akhir tahun ini. Sejak itu, aku berseri-seri setiap hari.Dan inilah aku sekarang, duduk di belakang mejaku sebagai pemilik cafe yang kamu datangi. Aku sukses kuliah bisnis, membuka bakery dan cafe milikku sendiri.

Kamu melangkah menuju counter, memilih beberapa menu andalan kami. Seusai membayar, kamu makin dekat dan malah duduk di meja tepat disampingku. Sesekali kamu menyeruput cappuccino dan melahap cheese cake kesukaanmu sepotong demi sepotong. Sampaikan maafku pada Mamamu untuk menjadikan cheese cake kesukaanmu sebagai salah satu menu kami, tentu dengan sedikit perubahan.

Detik berubah menjadi menit. Menit melaju menjadi jam. Kamu tampak gelisah sambil melirik arlojimu. Sedikit mengoreksi, arloji hadiah dariku sebulan sebelum perpisahan kita. Kenapa kamu masih memakainya?

Mendadak tatapanmu tertuju ke arahku. Jika aku tak salah lihat, ada secercah .. rasa bersalah?

Saat itu juga seorang wanita yang menggendong bocah perempuan masuk dengan tergesa ke cafe. Bel diatas pintu berdenting, mengalihkan perhatianku. Wanita itu berjalan ke arahmu dengan senyum terkembang. "Papa.." panggilnya.
Aku menatapmu shock, dan saat itu juga kepastian merasuki benakmu. Sorot matamu benar-benar mengenaliku. Rindukah itu?

Kamu meloncat berdiri, lalu tergesa menghampiriku. "Rosalin?"
Aku mengangguk kaku.
"Kenalkan, ini istriku Mella, dan ini putriku Leah.."

Dalam hati aku berjanji untuk membuang sebuket mawar putih yang sudah mengering, yang masih bertengger setia di meja kamarku.


cerita ini murni karyaku , bisa dilihat disini . :)

Senin, 27 Februari 2012

Bocoran Proyek Baru . Curcol ? :9

Diposting oleh uLauLiuL di 00.32 0 komentar

     “YESS!” pekik Chiara kala mendapati namanya terdaftar sebagai salah satu peserta konferensi tingkat internasional yang akan diselenggarakan di kota Yogyakarta. Segera saja ia menyambar ponsel lalu langsung tampak sibuk memencet-mencet keypad-nya. Usai mengkonfirmasi kabar itu dengan menghubungi Via dan Alin, kini Chiara ganti memencet nomor ponsel Elang, pacarnya. Lama tak diangkat. ‘Ah, mungkin masih tidur. Biar aja deh,’ pikir Chia. Iseng dia membuka laman jadwal kegiatan.
     Detik berikutnya, mata Chia melotot kala melihat tanggal acara. Dengan wajah pucat pasi, diingatnya lagi tanggal penting itu. Enam Juni, kan? Ulang tahun Elang jatuh pada tanggal 6 Juni, kan? Setengah mati Chia berharap ulang tahun Elang kali ini berubah tanggalnya – yang sudah jelas sia-sia belaka.
     Tiba-tiba ponselnya menjeritkan lagu It’s All about You dari McFly. Gelagapan, Chiara menatap nama yang berkedip di layarnya. Elang. “Halo..?” jawabnya canggung. “Hai, Sayang.. Maaf ya tadi aku di toilet. Ada apa kamu telpon aku?” tanya Elang lembut di seberang sana. Chiara menggigit bibir. “Err.. Nggak ada apa-apa kok. Cuma mau memastikan kamu udah bangun,” jawab Chia sambil mencoba menenangkan diri. Setelah berbasa-basi sebentar, Chia mengakhiri pembicaraan mereka.

Senin, 06 Februari 2012

#Tentang Cinta

Diposting oleh uLauLiuL di 06.38 0 komentar

“Kita putus!!”

“Yaudah, fine!” seruku didepan wajahnya. Kakiku bergerak menjauhi Aldi yang masih termangu kaget didepan sekolah. Segera kusetop angkot sambil berharap dalam hati dia tidak mengikutiku. Aku masih ingat jelas status psikopat cowok ini yang terkenal di sekolah. Entah kerasukan setan apa aku berani berpacaran dengannya. Sebenarnya motif awalku adalah membuat Reza – mantan pacarku sebelum Aldi – cemburu. Kebetulan saja Aldi memang sudah lama naksir aku.

“Niken!!” aku meringis saat membuka jendela dan mendengar teriakannya yang memekakkan telinga. Untunglah angkot itu segera berjalan. Sambil menghela napas dalam-dalam, aku berusaha menenangkan debar jantungku yang begitu kencang sejak aku memberanikan diri untuk berteriak didepan wajahnya.

Tak berapa lama angkot itu berhenti di halte yang berada di dekat rumahku. Sambil mengulurkan ongkos, aku merapikan baju seragamku yang kusut. “Niken..” panggil seseorang. Aku yakin wajahku pasti langsung pucat. Tak perlu menoleh untuk tahu siapa yang baru saja memanggilku. Disamping halte, Aldi sudah bertengger diatas motor balap hitamnya.

“Niken, dengar dulu!” detik berikutnya Aldi sudah mencekal lenganku. “Apa, Di? Apa lagi? Kamu kan yang minta putus? Yaudah!” seruku kesal sekaligus ketakutan. “Aku minta maaf, Ken.. Tadi aku khilaf.. Aku nggak sengaja ngomong sekasar itu sama kamu,” ucap Aldi. Sambil menggelengkan kepala keras-keras, aku berusaha menyentakkan lenganku dari cekalan tangannya.

“Nik! Ayolah! Maafin aku!”

Aldi membuntuti langkahku sampai rumah. Ditinggalkannya motor balap mahal itu begitu saja disamping halte. Otakku mulai menjeritkan peringatan kala Aldi makin mendekat. Dia mengeluarkan sebuah cutter yang masih berkilau dari sakunya.

“Niken! Dengar! Kalau kamu nggak mau maafin aku, aku bakal buktiin bahwa aku cinta sama kamu, Nik! Aku mau kamu tau, bahwa aku nggak bakal ragu-ragu ngukir inisial nama kamu di pergelangan tanganku pakai cutter ini!” serunya. Aku terbeliak. “Nggak! Kamu nggak akan berani!” tantangku ragu.

“Niken.. tolong, jangan paksa aku ngelakuin ini,” ucapnya sambil perlahan mengeluarkan ujung dari cutter itu. Mataku melotot, tapi aku masih yakin dia nggak akan berani. “Coba aja kalau kamu berani!” tantangku. Debar jantungku makin menjadi. Beberapa langkah dariku, Aldi berdiri dengan cutter teracung.

CRATT!

Perlahan dengan wajah datar, Aldi menorehkan cutter itu di sepanjang lengan bawahnya. Aku hanya bisa berdiri ketakutan mengawasi perbuatannya. Detik demi detik berlalu, dan angin membawa sekilas aroma anyir ke hidungku. Aku mengernyit ketakutan, tak percaya dia benar-benar melakukannya didepan mataku.

“Lihat! NAS! Niken Aristya Shanti!” seru Aldi sambil menunjukkan goresan yang ia buat. Ia tampak menikmati sakit yang ditimbulkannya dengan goresan itu. “Kamu sakit, Al!” teriakku ketakutan. “Aku udah, Nik. Sekarang giliran kamu!” ucapnya sambil mengacungkan cutter kearahku. Aku menggeleng sekuat mungkin. “Kamu gila, Di! Kamu gila!!!” seruku. Airmataku mulai menetes.

“Niken! Kamu nggak apa-apa?” beberapa detik kemudian, aku menoleh dan mendapati Reza sudah berdiri dibelakangku. Aku ketakutan, tak mampu bergerak. “Aldi! Turunin cutternya! Bahaya!” seru Reza. Aldi memandang Reza bengis. “Lo udah bikin cewek gue stress!” tanpa kusangka, Aldi menghujamkan cutter-nya ke arah Reza. Aku menjerit. Untunglah beberapa orang yang lewat mendengar jeritanku dan membantu menahan tubuh Aldi. Reza memelukku erat.

“Kamu nggak apa kan, Nik?” tanya Reza. Aku menggeleng tanpa sanggup menjawab. Tangisku makin kencang. “Tenang, Nik.. Tenang,” kata Reza. Napasku sesak tak beraturan. Dia terus menggenggam tanganku yang gemetaran dan memeluk bahuku erat-erat.

Esoknya, aku mendengar bahwa Aldi dikeluarkan dari sekolah.

__________________________________________________________________________________

Done ! cerita ini dibuat dalam rangka merayakan ulang tahun ka Wf Ega Borneto . Selamat ulang tahun , Kaka :) Wish You All the Best ! :D

*cerita ini dibuat atas dasar setengah curhat setengah ngayal 'what if he did it right in front of me' . Enjoy ya :9


Senin, 15 Agustus 2011

Seberapa Pantas ?

Diposting oleh uLauLiuL di 05.32 0 komentar

Seberapa pantaskah kau untuk ku tunggu

Cukup indahkah dirimu untuk s’lalu ku nantikan

Mampukah kau hadir dalam setiap mimpi buruk ku

Mampukah kita bertahan di saat kita jauh

Syifa memandangi ponselnya. Senyumnya mengembang lebar ketika mengingat beberapa pesan dari dia belakangan ini. Siapa dia ? Seorang teman yang Syifa tak mau sebut namanya. Karena setiap Syifa sebut namanya, wajah Syifa berubah warna seperti kepiting rebus.

Belakangan ini Syifa merasa aneh dalam hatinya. Jantungnya berdegup lebih kencang dari biasa saat Syifa berpapasan dengannya di kampus. O-ooo .. Syifa jatuh cinta ! >w

Sampai pada akhirnya mereka bertemu secara tidak sengaja dalam sebuah kegiatan kampus yang mengharuskan keduanya untuk bekerja sama. Mereka bekerja dalam satu divisi, mengharuskan mereka tetap berhubungan satu sama lain. Maka tak pelak dia meminta nomor ponsel Syifa.

Terkadang pembicaraan mereka konyol, blak-blakan, aneh, atau menjengkelkan. Tapi tak jarang juga pembicaraan mereka manis dan mengarah ke hal-hal pengenalan personal. Sampai akhirnya, ya sudah bisa ditebak. Dia berkata memiliki rasa yang berbeda pada Syifa.

Kembali pada realita, Syifa kini tersenyum dalam kamarnya. Ditemani detak jam dinding, dia mulai berkarya dengan semangat yang dipacu oleh dia.

Hanya satu persoalannya. Syifa dan dia tidak bisa terus bersama, terhalang jarak dan waktu yang harus memisahkan mereka setahun sekali.


Seberapa hebat kau untuk ku banggakan

Cukup tangguhkah dirimu untuk s’lalu ku andalkan, wo~ho..

Mampukah kau bertahan dengan hidup ku yang malang, wo~ho..

Sanggupkah kau meyakinkan di saat aku bimbang


Genap tiga bulan akhirnya Syifa menjawab dengan hal yang sama pada dia. Masih dia yang Syifa tak mau sebut namanya. Syifa menjalaninya dengan gembira tiga bulan belakangan. Namun dia mulai berubah.

Dia aktivis kampus. Sibuk dengan berbagai kegiatan. Nama Syifa seolah hiasan dalam hari-harinya. Sekilas hanya dia sebut nama Syifa, sebentar dia hanya menatap mata Syifa. Sisanya dihabiskan dengan berbagai kegiatan.

Syifa adalah anak bungsu di keluarganya. Ketiga kakak lelakinya sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri. Mama dan Papa nya masih sibuk mengurus bisnis diluar negeri. Tak heran Syifa senang bukan main ketika mendapati dia mau menemani hari-hari Syifa.

Namun lama kelamaan perhatian dia menipis. Syifa semakin jarang bertemu dengannya, pun menjalin komunikasi dengannya. Sampai pada titik akhirnya Syifa merasa tak ada yang berubah dari hidupnya. Semua sama seperti dulu ketika Syifa belum bertemu dengan dia. Syifa meragu.


Celakanya, hanya kaulah yang benar-benar aku tunggu

Hanya kaulah yang benar-benar memahamiku

Kau pergi dan, hilang ke manapun kau suka

Celakanya, hanya kaulah yang pantas untuk ku banggakan

Hanya kaulah yang sanggup untuk aku andalkan

di antara, pedih aku s’lalu menantimu…


Dalam bimbangnya Syifa terus berdoa, mencari jalan keluar untuk perasaannya tanpa harus bertengkar dengan dia. Kegiatan kampus semakin menumpuk, meninggalkan jejak kelelahan diujung hari, bersama sisa waktu untuk berpikir. Sisa waktu yang tidak dapat dimanfaatkan Syifa dengan baik saking lelahnya.

Nama dia selalu Syifa sebut dalam doa. Dia yang tidak pernah lupa Syifa kirimi pesan setiap pagi dan menjelang tidur. Dia yang selalu Syifa jaga, Syifa perlakukan bak harta berharga.

Syifa menatap nanar ponselnya lagi. Lima bulan sejak hari itu. Ternyata lelakinya berada nun jauh disana, di tempat bermandi sinar mentari. Semakin menghilang, semakin lupa pada keberadaan Syifa. Entah bagaimana, Syifa tak dapat membayangkan apa yang akan terjadi keesokan hari. Syifa seakan ogah melangkahkan pikiran ke arah itu. Dia hanya fokus menghadapi segala kesibukannya hari demi hari.

Dia lupa, dia pergi.


Mungkin kini kau t’lah menghilang tanpa jejak,

mengubur semua indah kenangan

Tapi aku s’lalu menunggumu disini,

bila saja kau berubah pikiran


*sekedar nulis, mendadak muncul ide seperti ini*

hahaha , entahlah. lagi galau, suka aja nulis yang sad ending.

Senin, 06 Juni 2011

Mari berhitung. :)

Diposting oleh uLauLiuL di 21.04 0 komentar
Mari berhitung, bersamaku. :)

Aku akan memulai lebih dulu, baru kemudian ikutilah dan berhitung bersamaku. :)

Aku ingin mendengar suaramu.
Ya, b
agus.
Sedikit lebih keras bisakah?

Baiklah itu sudah cukup.
Aku suka mendengar suaramu! :)

Aku akan memulainya. Sudahkah kau siap?

Ya. Ya. Tenang saja, aku akan menunggumu bersiap dulu. :)
Aku hanya memandangi punggungmu yang menjauh saat berpamitan sebentar.
Aku ketakutan,
takut kau tak kembali untuk melanjutkan kisah ini denganku.

Ah, tapi aku menarik napas lega saat kamu ternyata kembali.
Baik, kau siap untuk melanjutkan?

Oh iya, aku sudah pernah bilang padamu?
Kau terlihat tampan hari ini.
Hei Hei! hahaha... iya aku tahu kamu geli jika aku bicara seperti itu.
Tapi aku hanya berusaha jujur! :)
Sudahlah, berhenti menggelitiki aku dan mari kita mulai. :)


Ayo berhitung. Denganku, Bersamaku. :)

Satu!
Aku suka mendengar suaramu yang lantang dan bersemangat. Ayo kita ulang. SATU! :D

Baiklah, kamu menguasainya.
Intonasimu tepat!

Selanjutnya adalah Dua!
Aku tersenyum lebar saat melihatmu masih mengikutiku dengan mudah. aku masih memintamu untuk menggandeng tanganku dan berhitunglah bersamaku.

Tiga!
Bagus! Aku bersemangat. Kau mampu belajar dengan cepat! Aku bangga padamu!

Empat!
Baiklah, aku melihat kau mulai kesulitan disini.
volume suaramu turun. sayang sekali. Tapi sepertinya aku yakin kamu akan lebih baik pada pelajaran selanjutnya. Jadi mari kita lanjutkan! Masih bagus kok! Tetaplah berusaha! :)

Lima!
Hei! Kemana suaramu?? Ayolah... keraskan sedikit!

Enam!
Ayolah.. jangan mulai seperti ini... apa salahku ?
Mengapa kau diam sementara aku masih berlanjut menghitung?
-kuingin kembali.. sperti dulu lagi.. slalu bersama, slalu berdua..-
Hei! matikan radio itu!

Tujuh!
Tolonglah... tidakkah kau melihat aku mulai kehabisan suara?
tidakkah kau melihat napasku mulai sesak?
tidakkah kau melihat aku menangis ketika merasakan diammu?


ayolah.. kita sudah berjuang sejauh ini...

bila kau tak siap mengapa tak membicarakan ini dari jauh sebelumnya??
jadi aku tak harus menghabiskan pikiranku bagaimana membuatmu menghitung bersamaku!

Tolonglah...
jangan paksa aku mengakhiri semua...
jangan paksa aku kembali mematahkan hatiku sendiri...
jangan paksa aku untuk memandangi wajahmu setiap hari, dan menyadari kau bukan milikku lagi...
tolonglah...
tolonglah...


:'(

:/

Diposting oleh uLauLiuL di 13.00 0 komentar
Secara tidak sadar, seseorang yang menyakitimu akan membuatmu lebih KUAT!

ketika seseorang menangis, itu bukan berarti dia lemah. dia hanya sudah terlalu lama KUAT!

Tata sudah mendengar segalanya itu berkali-kali. Tata tahu. Tapi tetap saja, Tata muak dengan segalanya.
"I've lost count of my tears, Kaf!" serunya kesal saat Kafka kembali mengeluarkan jurus kata-kata bijaknya. Kafka terdiam. "Lantas... Apa yang bakal kamu lakuin sekarang, Ta?" tanya Kafka. Ganti Tata yang terdiam.

"Aku tau, Ta. Aku kenal kamu sejak bertahun-tahun yang lalu! Aku tau kamu kuat, jauh lebih kuat dari ini," ucapan Kafka terasa menusuk hati Tata. "Aku kuat? Bagaimana kamu bisa yakin dengan itu sementara aku sendiri nggak tahu bakal bertahan sampai kapan?" sergah Tata. Sinar matanya berapi-api, namun tampak secercah sakit hati di dalamnya.

"Kan tadi sudah kubilang. Aku kenal kamu. Aku tahu persis dimana batas kekuatan kamu, dan aku tahu benar bagaimana jalan pikiran kamu. Hanya masalah kamu kesal seperti ini, dan kamu sudah mau mundur? Hahaha... sejak kapan kamu jadi Tata yang cengeng?" ujar Kafka setengah mengejek. Tata terhenyak. "Sudahlah, Ta. Jalani dulu. Kamu ingat, dulu kamu pernah menghadapi yang lebih parah daripada ini?" tanya Kafka lagi. Senyum usil masih menggantung di sudut bibirnya.

Tata mengangguk. "Nah, kamu bisa melalui itu, lantas kenapa kamu tidak bisa melalui ini?" tanya Kafka lagi. Pandangan mata Tata tampak menerawang. "Benar juga ya, Kaf. Aku dulu pernah begitu hancur sampai aku nggak yakin bisa bangkit lagi. Tapi berkat kamu, Bunda dan kakakku, aku masih bisa bangkit lagi," akhirnya Tata membuka mulut.

Kafka mengusap kepala Tata. "Sudahlah, kamu toh tidak sendirian. Kamu masih tetap bisa mengandalkan kami seperti dulu. Kamu suka masak kan? Nah, kalau pacarmu itu memang sedang sibuk, kamu bisa mengajak Bunda melakukan eksperimen resep misalnya. Aku siap menampung makanannya kok," ucap Kafka lucu. Tata mulai bisa tertawa. "Atau kalau Bunda sedang nggak bisa juga, kamu bisa mengajak Kak Tito bermain basket kan?" sambung Kafka lagi. Tata mengangguk bersemangat. "Kamu juga masih punya aku, Ta. Kapanpun kamu butuh aku, just say it and i'll be there," Kafka mengakhiri penuturannya. Tata memandang sahabatnya sejak SD ini penuh terimakasih.

"Aku tau, Kaf. Aku tau aku selalu bisa mengandalkan kamu," ucap Tata. Kafka mengangguk. Tata sudah dianggapnya seperti adik sendiri. Apapun yang bisa dia lakukan untuk Tata, pasti akan dia lakukan.

"Aku tahu, apa yang membuatku kesal seperti ini, Kaf..." ucap Tata tiba-tiba. Kafka menoleh. "Apa?"


"Aku menaruh harapan terlampau tinggi padanya, jadi hal terbaik yang bisa dilakukan adalah dengan belajar menurunkan standar dan persiapkan diri menerima apa adanya..."

Kafka menatap Tata kagum.










-ooh another spontaneous short story! :D-
-copyright : Aulia Akmalina.- :D

Jumat, 06 Mei 2011

bubble talk : fake profile

Diposting oleh uLauLiuL di 11.15 0 komentar
good day! :*

this post is going to talk about fake profile in any social networking.

weell.. teknologi udah maju. sekarang sebagian besar orang seenggaknya pasti pernah denger tentang apa yang namanya internet. *please jangan bilang lu gapernah denger yang namanya internet.. =_=

jutaaaaaaaaaannn orang didunia sendiri, sekarang udah pada manfaatin internet biar idup mereka lebih mudah. buat interaksi sama temen2, media promosi dagangan, ngerjain tugas, kirim surat, bahkan ada juga yang buat curhat semacem gw. :)

daan, yang mau gw pelototin sekarang adalah mereka semua pengguna Facebook. akuilah, bahwa nyaris setiap orang di indonesia memiliki setidaknya satu akun facebook. *gw yakin ada beberapa dari mereka yang punya akun lebih dari satu.

Facebook emang asik. Mark Zuckenberg kasih akses yang gampang buat bikin profil facebook, tanpa harus kasih data autentik yang jelas dan bener. masalahnya, gak semua orang2 yang bikin akun facebook ini punya tujuan mulia... =____=

oke, kalo misalnya bikin akun kedua facebook gara2 akun pertama udah kebanyakan friends, ato di hack, ato mungkin lupa password, nggak masalah. tapi kalo udah bikin profil baru cuma buat ngerjain orang lain, itu tuh yang ngeselin.

gw sempet berurusan dengan seorang cewek yang ngaku namanya adalah DELINA MAE. *just search via your facebook account. i swear, profile picture nya cakeeeeep abiiis... :)
tapi sekedar peringatan gue buat lu cewe2, dia ababil. buat cowok, normal abis. terlalu normal malah. (baca : ganjen).

olraiit.

here i give you some sign to make you sure that the profile is FAKE.

  1. Biasanya fake profile dibuat dengan jenis kelamin cewek. walopun ada juga yang cowo, tapi masih dominan cewe.
  2. Biasanya pasang profpic yang caaaaaaakeeeep, sekseeeeh, etc, sampe banyak yang ng.add.
  3. kebanyakan pasang fotonya palsu.
  4. Info profilnya terlalu singkat bahkan sederhana, untuk beberapa kategori info tidak diisi.
  5. Untuk profil palsu yang bergenre cewek biasanya untuk daftar teman didominasi akun cowok dengan rata-rata berstatus single.
  6. too many wall posts, but only a few replied.
  7. Profil palsu biasanya terlalu aggresif untuk mengenal seseorang bahkan terkadang sok kenal sok dekat.
  8. Tidak ada sahabat atau teman dekat yang sesekali komen, ngasih perhatian ato nanya kabar. Most of them adalah wall yang bilang "thanks for confirm, thanks for add, ato boleh kenalan nggak"
sekarang yang gw tanyain ini ya, apa sih alasannya mereka bikin profil palsu kaya gitu?

jawabannya macem2. bisa iseng, bisa kurang kerjaan, bisa buat ngintai mantan pacar, or in my case bisa buat cari gara-gara.

entah ya, gw juga bingung apa maunya si cewe ini. dateng2 maen ngatain gw.. nah, it's all your choice. just confirm it, or ignore it.

remember, always be careful! :D

Minggu, 08 Februari 2009

CeRpend saiia.. UnTitLed..

Diposting oleh uLauLiuL di 13.04 0 komentar
Sevy menatap nanar pada sepasang manusia di kejauhan. Ares...! Ya, itu Ares, mantang pacar Sevy setahun yang lalu. Sevy merasa dadanya sesak bukan kepalang ketika melihat cewek yang berdiri di sebelah Ares, bergerak perlahan menggandeng Ares. Mesra.

Sevy tahu, tak sepantasnya ia masih menyimpan rasa pada Ares, karena justru Sevy-lah yang telah menghempaskan Ares demi David.

Awalnya, Sevy yakin. Ia tak akan menyesal meninggalkan Ares. Namun saat hubungannya dengan David memburuk, Ares selalu ada untuk Sevy, memberikan saran dan solusi bagi masalahnya. Kemudian... Sevy kembali mengharapkan Ares.

Tak lama kemudian, Sevy merasakan sakit hati yang sama dengan Ares ketika ia meninggalkannya dulu. Jessica. Cewek itu merebut perhatian Ares. Menyibukkan Ares dengan semua ulah dan masalahnya. Hingga akhirnya, seperti yang sudah bisa diduga, Ares menyukai Jessy.

Kini, Sevy bingung. Haruskah ia melupakan cintanya pada Ares? Seandainya harus-pun, Sevy tak lagi punya keberanian dan tak ingin melakukannya. Namun, jika terus berharap pada Ares, Sevy tak sanggup menahan sakit hatinya melihat Jessy yang selalu menempel mesra pada Ares.

Perlakuan Ares padanya-pun berubah. Ares semakin menjauhi Sevy. Entahlah, Sevy tak tahu sebabnya. Tanpa sepengetahuan Sevy, Ares hanya menganggap Sevy pengganggu dan tak lebih dari sekedar sampah. Memang, Ares masih dekat dengan teman-teman Sevy yang lain. Cindy, Shita, Vire... semua masih leluasa dekat dengan Ares. Hanya Sevy yang seakan memiliki dinding pemisah dengan Ares. Dan dinding itu adalah Jessy.

Pada akhirnya, Sevy hanyalah gadis kesepian yang ditinggalkan oleh rotasi kehidupan sekelilingnya. Merana... Sedih... Sepi... dan Sendiri...

JaZd LiKe me, huh? ;)
 

Starry-StupiidPrincess Template by Ipietoon Blogger Template | Gadget Review